Waspadai Banjir Rob di Wilayah Pesisir, BPBD Kota Pasuruan Terjunkan Beberapa Personel

Reporter: Angga Ardiansyah
Ramapati Pasuruan — Banjir Rob merupakan fenomena dimana air laut yang meluap ke daratan.
Banjir Rob juga bisa diartikan sebagai genangan air pada bagian daratan pantai yang terjadi ketika air laut pasang. Sehingga fenomena ini akan menggenangi bagian daratan pantai atau tempat yang lebih rendah dari muka air laut pasang tinggi.
Pasang Air Laut Maksimum (banjir rob) di wilayah pesisir Jawa Timur sudah terjadi tanggal 13 -18 Desember 2024 akibat fase bulan purnama dengan ketinggian pasang dapat mencapai 130 s/d 150 cm.

Dari data Pusdalops PB Kota Pasuruan, Senin (16/12/2024) banjir rob terjadi mulai pukul 21.45 WIB dengan genangan tertinggi pukul 22.10 WIB dan mulai surut pukul 22.46 WIB dengan genangan air tertinggi mencapai ± 40 cm.
Lokasi terdampak di wilayah Kecamatan Panggungrejo diantaranya Kelurahan Mandaran dan Kelurahan Panggungrejo. Dari data yang tim ramapati dapatkan ada sekitar 1.714 jiwa terdampak banjir rob.
BPBD Kota Pasuruan berkoordinasi dengan pihak kecamatan/kelurahan & instansi terkait lainnya guna melakukan pendataan serta penanganan darurat.
BPBD Kota Pasuruan mengerahkan 1 Mobil Dmax Rescue, 1 Motor Trail melakukan Asesment lokasi banjir rob. BPBD Kota Pasuruan juga meneruskan informasi peringatan dini potensi pasang surut air laut tersebut kepada pihak OPD terkait di Kota Pasuruan dan masyarakat untuk waspada ancaman Bencana Hidrometeorologi ini.
Data dan informasi terakhir, Selasa (17/12/2024) Pukul 00.26 WIB kondisi di wilayah Kelurahan Panggungrejo dan Kelurahan Mandaranrejo, banjir rob berangsur surut.