Berita

Membuka Kongres Tahunan Askot PSSI, Mas Adi Ingin Wujudkan Mimpinya Membuat Sport Center dan Sport Tourism

Reporter: Angga Ardiansyah

Ramapati Pasuruan — Asosiasi PSSI Kota Pasuruan (Askot PSSI Kota Pasuruan) menggelar Kongres Tahunan tahun 2024 bertempat di RM Kurnia, Sabtu (21/12/2024).

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kegiatan tahun 2024 dan membahas rencana kerja tahun 2025.

Dalam laporannya ketua Askot PSSI Kota Pasuruam M. Suhaimi dalam laporannya menyampaikan bahwa kompetisi Piala Suratin kelompok umur 13 tahun dan 15 tahun.

Ketua Askot PSSI Kota Pasuruan didampingi Plt. Wali Kota Pasuruan menyerahkan sertifikat dan penghargaan kepada pemenang/club yang menjadi juara di piala Suratin U-15. (foto: diskominfotik)

Dimana kegiatan ini wajib dilaksanakan oleh Askot dan Askab di Indonesia.

“Alhamdulillah keluar sebagai juara untuk U-15 Absa dan U-13 juga Absa (Akdemi Aries Budi Soccer) untuk juara 2 U-15 dan U-13 Suryanaga. Alhamdulillah berjalan dengan lancar”, kata Suhaimi.

Suhaimi juga menyampaikan bahwa Askot PSSI juga memberangkatkan 1 wakil U-15 Absa ketingkat Jawa Timur yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk. Untuk yang U-13 menurutnya masih dipending dulu dikarenakan di tingkat nasional tidak dilombakan.

“Insyaallah di Jawa Timur masih kita bahas” ujarnya.

Ketua Askot PSSI juga melaporkan terkait pembinaan yang telah dilakukannya mulai dari U-17 untuk persiapan Porprov dan Liga 4.

“Alhamdulillah dari kegiatan itu muncul satu pemain, kita bisa mengirim atlet ke Pon Jawa Timur yang kemudian alhamdulillah juara atas nama Sahrul Adtya Ramadani penjaga gawang”, ungkap Suhaimi.

Ia juga menyampaikan ada beberapa pemain yang juga bermain di Liga 3 Nusantara diantaranya ke Persekapas dan juga ada yang lain masuk ke liga profesional.

Selama tahun 2024 Askot PSSI juga telah melakukan pembinaan khususnya persiapan Liga 4.

Sementara itu perwakilan dari Asprov PSSI Jawa Timur Niko Agus Pribadi dalam sambutannya menyampaikan untuk Askot dan Askab penekanannya untuk usia dini.

“Untuk Asprov ini programnya untuk U-17 dan Liga 4, jadi tanpa kompetisi kita di degradasi ke Liga 4”, jelas Niko.

Untuk Askab dan Askot programnya menggelar kompetisi usia dini, dan kompetisi yang diakui adalah U-13 dan U-15, jadi penekanannya ke usia dini.

Niko menyampaikan kalau dulu ada Persekab yang sampai ke profesional dan sekarang bergabung di Askot, ia mengajak untuk yang di usia dini khususnya club- club yang punya talenta usia dini bisa disalurkan ke Liga 4, Liga 3 atau diatasnya.

“Tadi pak ketua Askot juga melaporkan kalau banyak di Pasuruan ini talenta yang bisa sampai ke Timnas, dan Porprov nanti juga akan digelar tahun 2025, harapannya Kota Pasuruan sudah saatnya juara”, harapnya.

Plt. Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) yang juga hadir didampingi Sekretaris Disparpora sebelum membuka secara resmi Kongres Tahunan Askot PSSI menyampaikan bahwa yang hadir punya niat dan tekad bersama untuk meningkatkan persepakbolaan di Kota Pasuruan agar lebih baik dan lebih maju.

“Karena kita menyadari bahwa sepakbola ini bukan sekedar olahraga, tapi disatu sisi sebenarnya harga diri sebuah daerah”, jelas Mas Adi.

Mas Adi juga memuji terkait sekolah sepakbola yang ada di Kota Pasuruan yang sangat luar biasa. Dan ini menjadi optimisme bahwa olahraga di Kota Pasuruan akan tumbuh dengan baik.

Terkait keberadaan Rans Nusantara di Kota Pasuruan, Mas Adi menjelaskan untuk membuat rangsangan dan semangat bagi atlet- atlet Kota Pasuruan khususnya sepakbola agar lebih punya semangat yang tinggi lagi.

Bicara program Askot untuk kompetisi usia dini khususnya di SSB yang diakuinya cukup bagus yang dibuktikan dengan adanya beberapa pemain yang sudah direkrut daerah lain.

“Itu wujud bahwa sebenarnya hari ini pembinaan kita cukup bagus, memang tidak dipungkiri jejaring juga perlu kita bangun”, harap Mas Adi.

Sebelum mengakhiri arahannya Mas Adi menyampaikan keinginannya dimana Kota Pasuruan kedepan akan dijadikan sport Tourism (wisata olahraga) dengan harapan Kota Pasuruan nanti memperbanyak event olahraga.

“Tidak hanya ikut keluar, tapi kita membuat event-event olahraga”, ujarnya.

Mas Adi juga mengungkapkan tentang mimpinya untuk membuat seperti sport center yang disana nantinya akan ada lapangan sepakbola dengan standar nasional.

“Dan itu kita harus punya semangat yang kuat, kalau tidak diwujudkan sampai kapanpun tidak akan selesai”, pungkasnya.

Back to top button