Wali Kota Pasuruan Ikuti Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah 2025 Secara Daring

Reporter: Faisal Akbar
Editor: Angga Ardiansyah
Ramapati Pasuruan — Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) turut serta dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di Madinah Command Center (MCC), Senin (04/02/2025).
Rapat ini diadakan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat daerah.

Selain membahas strategi pengendalian inflasi, rapat ini juga mencakup agenda penting berupa penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama dalam pengawasan penyelenggaraan perizinan di daerah.
Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan proses perizinan yang lebih transparan, efektif, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Pasuruan didampingi jajaran pejabat daerah terkait dan juga diikuti oleh para kepala daerah se-Indonesia guna menyelaraskan strategi dalam mengendalikan inflasi yang berpotensi mempengaruhi perekonomian masyarakat.
Mas Adi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dan daya beli masyarakat serta menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang dapat meredam lonjakan harga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan momen tertentu yang kerap memicu kenaikan harga barang.
“Pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah pusat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama di tingkat daerah. Melalui koordinasi yang kuat dan strategi yang tepat, kita dapat memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Walikota dalam pertemuan daring tersebut.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam rapat ini adalah strategi penguatan stok pangan dan distribusi yang lebih efisien guna menghindari kelangkaan barang yang dapat menyebabkan lonjakan harga.
Mas Wali juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan telah menyiapkan sejumlah langkah kongkret dalam mendukung pengendalian inflasi, termasuk optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam distribusi bahan pokok, kerja sama dengan kelompok tani dan pelaku usaha lokal, serta pemantauan harga secara ketat di pasar-pasar tradisional.
Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas indeks perkembangan harga M5 Januari 2025 berdasarkan data SP2KP – Pencatatan hingga 31 Januari 2025. Perubahan indeks harga ini dianalisis menurut provinsi untuk memberikan gambaran yang lebih akurat terkait tren harga di berbagai daerah. Pemerintah pusat mendorong daerah untuk lebih aktif dalam memanfaatkan data tersebut guna mengidentifikasi potensi kenaikan harga secara lebih cepat dan akurat.
Mas Adi optimistis bahwa dengan kerja sama yang baik dan strategi yang terencana, inflasi di Kota Pasuruan dapat dikelola dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
“Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan setiap daerah mampu lebih sigap dalam menghadapi tantangan ekonomi dan memberikan kebijakan yang berpihak pada masyarakat”, harapnya.
Pemerintah Kota Pasuruan pun berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pengendalian inflasi guna mewujudkan stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.