Peduli Kesehatan Warganya, Pemkot Pasuruan Sosialisasikan Grendel DBD dan Launching PKG

Reporter: Bagus Wicaksono
Editor: Angga Ardiansyah
Ramapati Pasuruan — Curah hujan yang cukup tinggi beberapa pekan belakangan ini menyebabkan banyaknya genangan air sehingga berpeluang dijadikan sarang bagi nyamuk.
Demam berdarah dengue atau dikenal dengan DBD adalah masalah kesehatan / penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus Dengue.

Pemkot Pasuruan berusaha melakukan upaya pencegahan DBD melalui sosialisasi gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan abatisasi selektif yang di adakan di Kecamatan Purworejo, Rabu (12/02/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Pasuruan, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ketua Komisi DPRD Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Asisten 1 Pemkot Pasuruan, Kepala perangkat daerah terkait, Camat dan Lurah di lingkup Pemkot Pasuruan, perwakilan Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas se Kota Pasuruan, beserta Ketua Kader Jumatik Kelurahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena, MM menyampaikan bahwa kondisi DBD di Kota Pasuruan mengalami kenaikan. Ada 65 kasus di tahun 2023 dan meningkat menjadi 210 kasus di tahun 2024. Per 10 Februari 2025 kasus DBD sudah mencapai angka 65 kasus.
Upaya pencegahan dan penanggulangan kasus DBD yang tepat memerlukan keterlibatan masyarakat secara aktif. Shierly Marlena mengungkapkan fogging bukan solusi utama menanggulangi kasus DBD melainkan fogging adalah langkah terakhir dalam menanggulanginya.
“Fogging bukanlah solusi untuk mengendalikan kasus DBD dikarenakan mengandung bahan kimia dan bahaya asam fogging bersifat akumulatif dan dapat mencemari lingkungan, karena berdasarkan data kelurahan yang terdapat fogging mandiri kasusnya cenderung meningkat” ujarnya.
Kadinkes berharap dengan pelaksanaan Grendel DBD ini diharapkan terbentuknya komitmen bersama mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, sekolah dan komitmen rumah sakit dalam penanggulangan DBD (Demam Berdarah Dengue).
Dengan tema yang menarik yaitu Grendel DBD ini diharapkan mudah diingat masyarakat. Situasi seperti ini adalah salah satu kekhawatiran seluruh elemen masyarakat karena sampai saat ini wabah penyakit DBD terus meningkat.
Sementara itu Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) menyampaikan, gerakan resik-resik yang terus digelorakan ini juga tidak lepas dari gerakan upaya pengendalian dan penanggulangan segala penyakit salah satunya DBD.
“KIta memaknai gerakan resik-resik jangan hanya dimaknai lagunya saja tapi yang paling utama adalah pesan yang terkandung di dalamnya” ungkap Mas Adi.
Sebagai pelayan masyarakat, Pemkot Pasuruan terus berupaya bertransformasi dalam menerima segala aduan dari masyarakat.
Mas Adi mengajak seluruh elemen masyarakat terus bergandeng tangan untuk memberantas sarang nyamuk DBD ini.
“Harapannya dengan gerakan Grendel DBD ini bisa menjadi tanggung jawab bersama dan dapat menjadi catatan bersama, jangan sampai menunggu ada korban berikutnya apalagi sampai ada yang kehilangan nyawa”, harapnya.
Selain kegiatan Grendel DBD secara berkala di Kota Pasuruan dan dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden RI, kegiatan tersebut juga bersamaan dengan Launching Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kota Pasuruan yang akan dilaksanakan di seluruh Puskesmas se Kota Pasuruan.