Angkat Budaya Jawa, Kolaborasi Dalang Cilik dengan Ki Dalang Suyatno di SD Tribahasa di Sambut dengan Meriah

Reporter: Angga Ardiansyah
Ramapati Pasuruan — Dalam rangka mengenalkan budaya jawa, dimana saat ini sudah mulai ditinggalkan khususnya budaya jawa tradisional.
Yayasan Budaya Bangsa (KB/TK dan SD Tribahasa Harapan Bangsa) yang terletak di jalan Pahlawan 16 Kelurahan Pekuncen Kecamatan Panvgungrejo Kota Pasuruan menggelar Wayang Kulit yang mengambil tema “Penanaman Karakter Siswa Melalui Cerita Wayang” dengan dalang Ki Suyatno dan juga dihibur dalang cilik siswa kelas 3 Tribahasa Harapan Bangsa Abiyoga Mahardika, bertempat di Aula Lantai 1, Kamis (13/02/2025).

Menurut Kepala Sekolah SD Tribahasa Dwi Irianti, kegiatan semacam ini lebih mendalami lagi apa saja budaya jawa yang ada di daerah masing- masing, seperti pakaian adatnya dan sekaligus kesenian tradisional berupa wayang kulit.
“Disekolah kami awal mulanya memang tidak ada bahasa jawa, awalnya cuma 3 bahasa, mandarin, inggris dan indonesia saja. Tapi sejak tahun 2019 kami sudah memulai memasukkan bahasa jawa”, ujarnya.
Menurutnya kegiatan wayangan kali ini melibatkan seluruh siswa di tingkat KB/TK dan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6.
“Setelah kami koordinasi dengan TK kalau kita akan menggelar seperti ini, mereka juga antusias dan terlibatlah dari KB dan TK”, jelasnya.
Dwi sendiri yang kelahiran jawa tapi besar di Irian Jaya ini sangat terkesan dengan budaya khususnya pinuturnya, maka ia berharap nantinya anak-anak ini mengerti dengan konsep-konsep budaya jawa.
Dwi mencontohnya misalnya tentang tutur katanya, etikanya, peradabannya, itu bisa diusung.
“Saya berharap dengan adanya pewayangan ini, mereka bisa belajar tentang peran- peran wayang, mereka bisa etikanya yang diutamakan”, harapnya.
Yang menarik dalam pagelaran wayang kulit ini, ada salah satu siswa SD Tribahasa dan baru duduk di kelas 3 juga Abiyoga Mahardika juga tampil menjadi dalang dengan membawakan cerita Si Bagong mau sekolah ke Tribahasa dihalangi oleh Buto.
Sementara itu Ki Dalang Suyatno yang pernah mendapatkan apresiasi dari Pemkot Pasuruan dalam Reka Karsa Cipta 2024 kategori masyarakat ini dalam membawakan lakonnya tetap berpegang teguh pada lakon/cerita membangun karakter anak, mengenalkan budaya bangsa, berbahasa jawa dan lain- lainnya.
Cerita diawali dengan menampilkan Tari Buto Cakil, dilanjutkan perang Buto Cakil, dialog, limbu’an, terus ada selingan lagu ojok di plero’i.
Berikutnya punakawan keluar, dialog, lumbung deso punokawan masuk dan di tutup lagu prahu layar sambil menari bersama.
“Saya mengajak kepada seluruh siswa untuk selalu toleransi, budayakan guyup dan rukun serta senang berderma, hormat orang tua, guru dan memiliki cita-cita mulia demi masa depan serta memperhatikan manfaat penggunaan media sosial (hape) dan yang terpenting tidak ada bulying di sekolah”, pungkasnya.
Kegiatan kali ini secara keseluruhan mendapat kesan yang baik dari siswa, orangtua, dan dewan guru menyambut dengan senang hati.