Wawali Kota Pasuruan Apresiasi Kebonsari Mini Carnival, Nawawi: Nguri- Uri Budoyo ini Perlu Dilestarikan

Reportase: Angga Ardiansyah
Ramapati Pasuruan — Kebonsari Mini Carnival 3 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke- 339 Kota Pasuruan sekaligus menyambut datangnya bulan suci ramadan 1446 H sukses di gelar, Minggu (23/02/2025).
Acara yang mengambil tema “Kebonsari Dulu dan Kini” ini menjadi wadah perayaan budaya, sejarah, serta kebersamaan warga di wilayah Kelurahan Kebonsari Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.
Lurah Kebonsari Mulyono, mengatakan kegiatan Kebonsari mini carnival ini sudah yang ketiga kalinya, yang di awali sejak tahun 2023.

“Latar belakang pelaksanaan Kebonsari mini Carnival saat itu adalah ditunjuknya Kota Pasuruan sebagai tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an” ujarnya.
Mulyono dalam laporannya di hadapan Wakil Wali Kota Pasuruan M. Nawawi menyampaikan tujuan kegiatan ini mengenalkan potensi ekonomi, sosial, budaya dan wisata yang ada di Kelurahan Kebonsari.
“Berbagai pertunjukan seni dan budaya disajikan dalam acara ini, seperti karnaval adat, drumband, barongsai, serta tari tradisional. Selain itu, bazar UMKM yang diikuti oleh puluhan pelaku usaha kecil turut meramaikan acara dengan menawarkan berbagai produk lokal”, ungkapnya.
Selain hiburan, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari acara ini. Sebanyak 50 warga mengikuti donor darah, sementara ratusan lainnya memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia.
Dalam sambutan perdananya setelah dilantik secara serentak di istana negara pada tanggal 20 Februari kemarin, Nawawi sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini khususnya dengan antusiasme warga dalam menjaga budaya lokal/nguri-uri budoyo.
“Saya berharap pak camat, pak lurah, masing- masing kelurahan kalau bisa kedepan juga harus ada”, harapnya.
Dalam sambutannya, Wawali juga minta dukungan dan do’a restunya dari warga Kota Pasuruan agar diberikan kelancaran dalam memimpin Kota Pasuruan.
Terakhir Nawawi juga berharap dengan kegiatan semacam ini menjadi salah satu kegiatan yang perlu di jaga dan dilestarikan karena bisa menjalankan beberapa sektor diantaranya sektor riil, sektot ekonomi, menjaga sosial dan budaya.
“Kegiatan semacam ini menjadi salah satu bagian iktiar kita agar menjaga anak didik kita tidak larut dengan era digitalisasi, ayo dijaga anak-anak kita”, jelasnya.
Wakil Wali Kota juga berpesan agar warga Kota juga harus selalu ingat akan sejarah, dimana Kota Pasuruan punya tokoh nasional dan juga pejuang yaitu Untung Suropati dan menjadi titik awal terbentuknya Kota Pasuruan.
“Oleh karena itu saya mengajak warga Kota Pasuruan khususnya warga Kebonsari, mari kegiatan nguri-uri budoyo ini harus dilestarikan”, pungkasnya.

